Selasa, 15 Maret 2011

Diskop Gelar Baksos

Memperingati Hari Koperasi ke-63, Dinas Koperasi Kutai Timur mengadakan bakti sosial berupa sunatan massal diikuti 32 anak, serta donor darah.  Juga rencana mengadakan jalan sehat berhadiah dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Dinas Koperasi telah dan akan mengadakan berbagai kegiatan berkaitan peringatan Hari koeprasi ke-63, yang jatuh 12 Juli. Khusus jalan sehat, Dinas Koperasi tetap melaksanakan. Memang pelaksanaan sempat molor karena persoalan teknis saja. Tapi bukan berarti jalan sehat tersebut batal digelar,” jelas Kepala Dinas Koperasi Encek Ahmad Suryanto, Senin (26/7) lalu.

Dikatakan, di jalan sehat ada hadiah undian. Meski Encek Ahmad Suryanto belum menyebutkan hadiah yang disediakan untuk komunitas jalan sehat  yang beruntung, namum ia tetap optimistis kegiatan olahraga itu bakal ramai. “Nanti kita lihat waktu tepat, kapan jalan sehat diadakan,” katanya.

“Mari Pertahankan Prestasi”

SENGATA- Pada acara serah terima jabatan Kepala Dinas Koperasi (Diskop) Kutim antara Abi Wahyuhanafi dengan Suryanto selaku pejabat baru, terungkap bahwa pegawai yang memiliki disiplin ilmu perkoperasian sangat terbatas.

Menurut Abi Wahyuhanafi, hingga sekarang di lingkungan Dinas Koperasi hanya ada 4 orang pegawai yang berlatar belakang pendidikan di bidang koperasi. "Salah seorang diantaranya adalah saya. Karena saya dipindahtugaskan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan, maka di Dinas Koperasi sekarang tinggal tiga orang yang bekerja sesuai disiplin ilmunya,” papar Abi Wahyuhanafi, Selasa (2/6).

Mengingat  Diskop Kutim kekurangan pegawai yang memiliki disiplin ilmu sesuai bidangnya, maka perlu ada penyesuaian penempatan pegawai sehingga program kerja kedepan dapat terlaksana sesuai rencana.

“Apalagi urusan Dinas Koperasi adalah melakukan pembinaan terhadap manusia melalui pelatihan, tentunya pegawai yang bertugas harus punya kemampuan tertentu untuk mencetak insan yang memiliki jiwa sebagai pengusaha,” lanjutnya.

Sedangkan Suryanto yang mantan Kepala Disperindag Kutim juga mengungkapkan hal yang serupa. "Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga kekurangan tenaga yang bekerja sesuai habitatnya," sebutnya.

Suryanto mengakui sengaja mengungkap hal tersebut sebagai masukan kepada tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat)  agar kedepan dalam penempatan pegawai harus memilih tenaga yang memiliki kompetensi di bidang perindustrian dan perdagangan. “Sehingga kedepan pembenahan pembangunan yang menjadi tanggung jawab Disperindag dapat terwujud dengan baik,” ujarnya pada acara yang berlangsung di Aula Dinas Koperasi Bukit Pelangi.

Sedangkan Sekkab Kutim Sjafruddin Achmad dalam sambutannya menyatakan, acara serah terima jabatan tersebut murni inisiatif pegawai Dinas Koperasi.

“Ini merupakan hal yang wajar. Apalagi staf Diskop Kutim selama ini tidak banyak menuntut, namun mampu meningkatkan kinerja dalam membenahi pembangunan. Termasuk Abi Wahyuhanafi selaku mantan Kadis Koperasi. Saya kira semua tahu, beliau adalah pejabat yang tidak miskin dan juga tak kaya. Selama bertugas di Disperindag, beliau cukup sukses," ucapnya.

Selanjutnya Sekkab mengimbau kepada seluruh pegawai yang bertugas di Diskop maupun Disperindag agar terus melakukan pembinaan, dan mempertahankan prestasi yang pernah dicapai selama ini. Dua lembaga teknis ini diakuinya sangat dibutuhkan keberadaannya untuk memacu roda perekonomian masyarakat.

"Mari pertahankan prestasi yang pernah dicapai selama ini. Kemudian kepada semua staf, hendaknya senantiasa memacu diri dalam mewujudkan pembangunan sesuai kemampuan yang ada," tandas Safur- panggilan akrab Sjafruddin Achmad. (hms2)

Diskop Babel: Promosikan Produk UMKM di Sejumlah Daerah

Jakarta, 8/7 (SIGAP) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan mengunjungi beberapa daerah,
untuk mempromosikan produk UMKM provinsi itu.

Menurut Kepala Koperasi dan UMKM Babel Budiman Ginting, selama 2010 ini instansinya menjadwalkan tujuh kegiatan di luar daerah, dengan tujuan untuk memperkenalkan dan promosi produk UMKM serta belajar dari daerah lain agar lebih kompetitif. Demikian disampaikan Budiman Ginting di Pangkalpinang, Kamis (8/7).
Guna mendorong perkuatan koperasi dan UMKM diprovinsi itu, Koperasi dan UMKM memprioritaskan lima program pokok dengan 75 kegiatan sejak 2008 hingga 2012.
"Dari 75 kegiatan ini tidak semuanya dilaksanakan dalam setahun, namun dilaksanakan secara bertahap dan tergantung anggaran yang ada hingga 2012 nanti," katanya.
Dirinya menjelaskan, program pokok yang dilaksanakan diantaranya penciptaan iklim usaha yang kondusif, pengembangan kewirausahaan dan pengembangan kompetitif, dukungan kapasitas kelembagaan serta pemberdayaan UMKM.
Budiman Ginting menambahkan, guna mendorong perkuatan kelembagaan dan permodalan koperasi dan UMKM, dirinya akan mengaktifkan lembaga keuangan mikro yang ada di daerah.
Menurutnya, selain itu lebih mengaktifkan koperasi simpan pinjam maupun perkuatan bidang lain dari berbagai sektor, yang nantinya diharapkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
"Dengan mengaktifkan koperasi simpan pinjam dapat mengembangkan usaha kecil milik masyarakat dan diharapkan nantinya menjadi Bumdes," ujarnya.
Untuk itu, perlu dukungan pemerintah baik melalui anggaran APBD maupun APBN, dan mengharapkan peran serta pihak perusahaan untuk mengembangkan UMKM.
"Pihak perusahaan bisa mendukung UMKM melalui program CSR dan program lainnya yang akan kami laksanakan untuk meingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM dan koperasi," katanya.
Terkait  hal tersebut, Ir Hapsari Laksmi Koestiati MM,  Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosoial dan Bencana (SKP BSB) menyambut positif langkah yang dilakukan Provinsi Babel melibatkan pihak swasta untuk mengembangkan UMKM. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa didapat dengan bekerjasama pihak swasta. ”Salah satu manfaatnya adalah bagaimana belajar manajemen yang baik. Ada pendampingan yang positif untuk para pengusaha kecil didaerah itu,” jelasnya kepada SIGAP, Kamis (8/7).  Ditambahkan Rieke, sapaan akrabnya, bila manajemen baik maka imbaskan pada pengelolaan menjadi baik.
Ditambahkannya, UMKM biasanya terkait dengan potensi yang didaerah tersebut. “Bantuan yang diberikan oleh swasta biasanya berkaitan dengan potensi yang ada didaerah tersebut,” pungkasnya. 

Rabu, 09 Maret 2011

Pasang atau perbarui Google Chrome - Mengunduh dan memasang Google Chrome

Pasang atau perbarui Google Chrome - Mengunduh dan memasang Google Chrome

Visi dan Misi

                    Visi Kementerian Koperasi dan UKM

Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 09/M/2005 tanggal 31 Januari 2005 bahwa kedudukan Kementerian Koperasi dan UKM adalah unsur pelaksana pemerintah dengan tugas membantu Presiden untuk mengkoordinasikan perumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Indonesia. Tugas Kementerian Koperasi dan UKM adalah merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan serta pengendalian pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia. Sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsinya Kementerian Koperasi dan UKM telah menetapkan visi, yaitu:
Menjadi Lembaga Pemerintah yang kredibel dan efektif untuk mendinamisasi pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian.

                     Misi Kementerian Koperasi dan UKM

Rumusan misi Kementerian Koperasi dan UKM adalah: Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional melalui perumusan kebijakan nasional; pengkoordinasian perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kebijakan pemberdayaan di bidang koperasi dan UMKM; serta peningkatan sinergi dan peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM secara sistimatis, berkelanjutan dan terintegrasi secara nasional.

                   Tujuan Kementerian Koperasi dan UKM

Tujuan Kementerian Koperasi dan UKM secara umum adalah menjadikan KUMKM sebagai pelaku ekonomi utama dalam perekonomian nasional yang berdaya saing. Tujuan Kementerian Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005 - 2009 dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Mewujudkan kondisi yang mampu menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya 70.000 (tujuh puluh ribu) unit koperasi yang berkualitas usahanya dan 6.000.000 (enam juta) unit usaha UMKM baru;
  2. Menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha koperasi dan UMKM pada berbagai tingkatan pemerintahan;
  3. Meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM di pasar dalam dan luar negeri;
  4. Mengembangkan sinergi dan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM;
  5. Memberikan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, tepat, transparan dan akuntabel.
 

Menkop: Indonesia Kehilangan Tokoh Penggerak Koperasi Terbaik

JAKARTA- Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan, Indonesia kehilangan salah satu tokoh penggerak koperasi terbaik pasca-meninggalnya Bustanil Arifin di Los Angeles dalam usia 85 tahun.

"Ini kehilangan besar bagi bangsa kita, seorang putra bangsa terbaik, Bustanil Arifin, telah meninggalkan kita," kata Menteri Sjarifuddin Hasan kepada Antara di Jakarta, Minggu malam.

Ia mengatakan, Bustanil Arifin telah meletakkan dasar pendidikan koperasi yang sangat patut untuk diteladani dan dilanjutkan di Indonesia.

Menurut Menteri, Bustanil yang pernah menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Perkoperasian merangkap Kabulog merupakan tokoh yang sangat concern terhadap pendidikan perkoperasian di Indonesia.

"Beliau sangat menyadari betapa koperasi sangat berperan penting dalam perekonomian rakyat," katanya.

Bahkan, sampai menjelang ajal menjemputnya, Menteri Sjarifuddin, masih bisa merasakan peran Bustanil Arifin sekaligus jasa-jasanya dalam membangun koperasi Indonesia.

Menteri menyampaikan duka terdalamnya atas kehilangan tokoh yang telah sangat berjasa dalam dunia pendidikan koperasi tersebut.

Ia berharap akan lahir tokoh-tokoh seperti Bustanil Arifin yang mampu membaharui dan melanjutkan perjuangan gerakan koperasi Indonesia. "Kita harus melanjutkan perjuangan beliau, selamat jalan Pak Bus," demikian Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan.

Sumber : Koperasi dan UKM

10 Program Prioritas Koperasi dan UMKM 2011

Palangka Raya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Tengah, Dra Hj Jamilah Yakob mengatakan, pada 2011 ada 10 program prioritas yang akan dilakukan pihaknya dalam upaya pengembangan koperasi dan UMKM di Kalteng. "10 program prioritas itu ada 61 ke-gitan dengan total anggaran sementara sebesar Rp4,l miliar lebih," kata Hj Jamilah Yakob, di Palangka Raya, Senin (21/2).

Hal ini katanya sesuai dengan APBD Kalteng 2011, dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan guna meneruskan dan menuntaskan pembangunan agar mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

Menurutnya, selain dukungan anggaran APBD provinsi dalam 10 program prioritas 2011. kegiatan ini juga didukung dari anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan Kementerian Koperasi dan UMKM RI sebesar Rp4 miliar lebih. "Selain itu juga ada dana tugas pembantuan sebesar Rp4, 3 miliar lebih, untuk kegiatan revitalisasi dan pengembangan lembaga pendidikan pelatihan koperasi dan UMKM," ujarnya.

Diutarakannya, dalam pengembangan pemberdayaan koperasi di Kalteng, isu strategis dan masalah yang sangat mendesak adalah, masih rendahnya perkembangan jumlah dan usaha koperasi dan UMKM sebagai dasar penguatan struktur dan fundamental perekonomian di daerah.

"Kalteng sejak tahun 2000 sampai 2010 telah menerima bantuan perkuatan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. antara lain berupa bantuan dana bergulir dan bantuan sarana usaha produksi," terangnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2006-2007 ada delapan koperasi penerima bantuan, antara lain, KUD Tunas Harapan Desa Bukit Sawit Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, berupa pembibitan sapi Bali sebanyak 100 ekor.

Bantuan lainnya juga diberikan kepada KUD Mula Membangun di Kelurahan Lahei Kabupaten Barito Utara, berupa pembibitan sapi Bali sebanyak 100 ekor.

Sumber : Koperasi dan UKM